Diproteksi: Bareng-Bareng Kelompok SI


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Sam si Programmer (Part 1)


Di sebuah kabupaten, tinggallah seseorang yang bernama Sam. Ia adalah seorang mahasiswa dan juga freelance jadi programmer (kuli koding), kerjaannya ngoding dan ngoding. Ia sering telat minum dan makan, bukannya lupa, tapi menunda. Ketika  ia lapar dan kebetulan ada koding yang belum beres, ia akan berkata, “tanggung ah, bentar lagi”, begitu terus dan akhirnya telat makan. Sam telah terbiasa tidur jam 2 malam, bangun jam 4 pagi. Makan paginya sering jam 12 siang, atau bahkan jam 4 sore. Makan siangnya jam 11 malam. Kesehariannya sangat asik dipenuhi oleh koding.

Sehari dua hari tidak apa-apa, namun setelah berhari-hari akhirnya ia down… Suatu hari ia bangun dengan keadaan perut sakit. Sakitnya tak bisa ditahan, sampai-sampai tak bisa bergerak. Ia paksakan untuk kuliah. Siangnya ia pulang ke kosan dan ketiduran. Menjelang kuliah berikutnya, ketika terbangun Sam merasa ada yang aneh, dan ia merasa demam tinggi. Meski begitu, ia tetap memaksakan diri untuk kuliah.

Sorenya sepulang kuliah, ia terpaksa pulang karena sudah tidak tahan dengan demam dan sakit perutnya. Di rumah, ia diantar kedua orang tuanya berobat. Pengobatan pertama di klinik terdekat, dokter memeriksa dan terlihat ada bintik-bintik merah di tubuhnya. Dokter menganjurkan agar Sam segera cek darah dan diperiksa di RSUD. Berangkatlah Sam dan kedua orang tuanya ke RSUD.

Di RSUD, Sam dicek darah dan hasilnya darahnya normal, jumlah trombositnya juga. Namun itu belum cukup, doker mengatakan, Sam langsung mengalami demam tinggi, ada kemungkinan ia mengalami demam berdarah, maka Sam harus dicek lagi dalam 3 hari.

Setelah hari itu keadaan Sam semakin buruk, ia sering mengalami sakit perut dan demam tinggi. Meski begitu ia tak bisa tenang lagi. Pekerjaannya sebagai programmer memaksanya untuk tetap bekerja meskipun ia sedang sakit. Ia tetap bekerja keras, tapi sekarang ia lebih memperhatikan konsumsi makanannya, ia lebih teratur makan.

Hari ketiga, keadaan Sam semakin memburuk, ia kembali ke RSUD dan dicek darah. Trombositnya kini hanya tinggal 100ribu. Ia dinyatakan positif terkena demam berdarah. Sam mulai dirawat di RSUD. Ia tak bisa membuka laptopnya lagi, ia lemas, suhu badannya sangat tinggi. Teman-teman Sam pun menjenguknya, sangat menghibur bagi Sam.

Meski sudah dijenguk oleh teman-temannya, Sam masih merasa kurang, ia belum dijenguk oleh orang yang sangat dikasihinya. Cahaya, merupakan mantan kekasih Sam yang sampai saat ini masih sangat dicintai Sam. Mereka putus karena suatu keadaan, namun masih tetap berhubungan baik sampai saat ini. Sam sangat merindukannya, apalagi ia sering ingat dulu waktu ia sakit Cahayalah yang merawatnya, memberikan kasih sayang yang tulus baginya.

Hari keenam, trombosit Sam hanya 20ribu, sudah sangat berbahaya. Sam sering tak sadarkan diri, tentu saja keluarganya sangat cemas. Hari ini Cahaya datang untuk menjenguk Sam. Sam sedang tidur ketika Cahaya datang. Cahaya duduk disamping Sam.

“Sam, ini aku… Cahaya”, bisik Cahaya, ia menangis.

“Sam, maafkan aku… Aku mohon kamu segera sembuh ya Sam… Aku khawatir… Aku cinta kamu Sam”.

Bersambung ke

Windows dan Linux


Netbookku punya dua sistem operasi, Windows 7 dan Ubuntu 10.10. Semula, aku menggunakan windows untuk segalah hal, dan ubuntu untuk ngenet (karena aku ngerasa lebih cepat ngenet di ubuntu daripada di windows). Aku menggunakan windows untuk mengetik, nonton, dan ngoding pake netbeans 6.8.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, windowsku semakin lama semakin lambat, akhirnya aku meremove AVG, dan windowsku cepat kembali. Kini, aku menggunakan ubuntu untuk ngoding karena kecepatan akses Netbeans 6.9nya dan kecepatannya saat start up.

Selama beberapa bulan aku hanya menggunakan Ubuntu untuk ngoding, sedangkan windows aku gunakan untuk membuka Ms. Office dan menyegarkan mata karena windows tampilannya indah. Tadinya aku coba menggunakan office di Ubuntu pake Wine, tapi error mulu, makanya aku gunakan office di windows.

Untuk saat ini, aku bisa mengakses file-file windows dari ubuntuku, jadi ketika aku butuh kodingan yang disimpen di windows, aku bisa dapatkan dengan mudah. Hal berbeda terjadi ketika ku buka windows, aku tak bisa akses file kodinganku di linux, akhirnya kalau aku buka windows aku tidak produktif lagi untuk ngoding. Katanya bisa aja dari windows akses file ubuntu, tapi males ah nyari softwarenya.

Saat kutulis artikel ini, aku sedang menggunakan windows, kenapa? karena mau ngerjain tugas. Di saat bersamaan aku juga lagi ngenet, sehingga ngenet lebih dominan daripada ngerjain tugas. Saat bersamaan aku harus ngoding beberapa projek, namun tidak bisa, karena semua kodinganku ada di ubuntu. Untuk membuka kodingan itu, aku malas karena harus disconnect dulu padahal sedang asik-asiknya ngenet. Duh life is choice.

Seorang Teman


Dia itu orang baik, dia pengertian, dia enak diajak bicara, dia juga selalu memandang hal dari berbagai sisi sehingga tidak mudah menjudge seseorang itu benar atau salah. Dia agak koleris dan agak mudah berubah mood, tapi menurutku tetap menarik. Menurutku mang dia koleris, memiliki kemampuan tuk memerintah, memiliki ketegasan dalam pendapatnya, bahkan sering kali sedikit ngotot sehingga aku harus menerima apa yang dia katakan. Meski mengalah, tak ada benciku padanya, yang ada adalah ketulusan tuk menjalankan kata-katanya. Aku semakin nurut padanya.

Aku tidak terlalu paham perasaan ini, yang aku tahu aku menyayanginya dan semakin menyayanginya. Apapun yang dia minta sebisa mungkin aku berikan. Meskipun aku begitu menyayanginya, tak ada niat ingin memiliki, yang ada hanya ingin berbagi, karena sayangku tulus untuknya. Baca pos ini lebih lanjut

CBSA, Cinta Bersemi Sesama Aktivis


Hati-hati… hehe…..

STOP Saling Ejek Antar Agama


Saya melihat sebuah situs yang sangat menjelek-jelekkan Islam. Saya lihat mereka mengeluarkan argumen dan ejekan yang menjelek-jelekkan Islam bahkan memotong ayat dan menggunakan ayat itu sebagai argumen dan bahan olok-olok. Semakin saya baca argumennya, justru saya semakin percaya bahwa Islam adalah jalan yang lurus dan mereka hanya sekumpulan orang yang benci buta, dan saya rasa mereka pun jauh dari agama mereka. Mereka menghina Islam hanya berdasarkan nafsu, bukan berdasarkan keinginan menyelamatkan hidup orang lain. Mereka hanya bisa mencaci, padahal dalam agama mereka sangat dipentingkan saling mengasihi.

Setiap orang diberi akal pikiran oleh Allah, setiap orang mempunyai hak untuk memilih jalannya masing-masing. Saya tidak akan membenci orang yang memilih jalan yang berbeda dengan jalan saya. Saya percaya Hidayah itu datangnya dari Allah. Saya percaya agama Islamlah satu-satunya agama yang benar. Kalau ada teman saya yang percaya bahwa agama dialah satu-satunya yang benar, saya akan menghormatinya dan saya tidak akan mengejek agama dia. Saya percaya setiap orang punya pilihan hidup dan pilihan masing-masing.

Islam sangat toleran terhadap agama lain. Tidak ada paksaan dalam agama, tidak boleh saya sebagai umat Islam mengejek agama lain. Saya memiliki beberapa teman yang non-Islam, saya sangat menyayangi mereka seperti menyayangi teman-teman saya yang muslim. Saya tidak pernah mengejek mereka dan mereka pun tidak pernah mengejek saya, bahkan mereka sering mengingatkan untuk sholat, saya sangat menghargai itu. Saya juga tidak membeda-bedakan sikap hanya karena berbeda agama.

Jika setiap orang memaksakan untuk ikut agamanya, atau melarang ikut agama tertentu, maka yang ada hanyalah konflik karena manusia memang berbeda satu sama lain. Jangankan konflik antar agama, dalam satu agama pun kita lihat banyak terjadi konflik. Jangan dipaksakan yang ini yang benar dan yang itu yang salah, karena setiap orang memiliki pilihan hidup masing-masing. Tak boleh kita saling mengejek dan saling membenci. Kita harus saling menghargai, karena setiap orang punya pilihan hidup masing-masing dan dalam hal agama, itu adalah Hak Asasi Manusia, hak yang telah disepakati harus dipenuhi untuk semua orang. Islam pun melarang pemaksaan dalam agama, jadi saya punya keyakinan hak beragama haruslah ditegakkan.

Indonesia dahulu terkenal orangnya ramah, murah senyum, dan berbagai sikap baik lainnya. Mengapa kini Indonesia tidak terlihat baik lagi? Ini karena hilangnya rasa persaudaraan diantara kita. Ingatlah semboyan negara kita “Bhinneke Tunggal Ika”, meski berbeda tetap satu jua. Indonesia merupakan negara yang rakyatnya sangat beragam, kalau setiap orang mementingkan kepercayaannya sendiri-sendiri tanpa menghargai orang lain, maka yang terjadi adalah konflik dan kebencian.

Sudahlah, biarkan setiap orang menjalankan agama dan kepercayaannya, tidak perlu ada saling ejek dan saling memojokkan, karena kalaupun salah satu pihak melakukannya, pihak lain tidak akan mudah berpindah ke agamanya, justru dengan olok-olokan dan ejekan itu yang ada pihak yang dirugikan akan membalas dan membenci agama orang yang menghina itu secara keseluruhan. Jangan sampai saudara-saudara kita yang satu iman menjadi korban kebencian orang lain disebabkan oleh penghinaan kita terhadap satu agama.

Ketika saya membaca argumen yang menjelek-jelekkan Islam, jujur saya kesal dan saya benci terhadap orang tersebut, hanya terhadap orang tersebut, bukan terhadap Agamanya. Karenanya, meskipun dia beragama A, saya tidak akan membenci teman2 saya yang beragama A, karena saya yakin orang tersebut menjelek-jelekkan Islam hanya karena nafsu dan kebenciannya sendiri saja, atau jangan-jangan dia melakukannya justru untuk menghina agamanya tertentu?

Tidak ada maksud memojokkan salah satu SARA dalam artikel ini, saya hanya ingin agar kita menjadi bangsa yang saling menghargai antar sesama. Saya ingin hidup kita, khususnya di Indonesia menjadi tentram dan damai dengan saling menghargai. Saya menghimbau kepada setiap orang yang merasa agamanya diejek oleh pihak-pihak tertentu untuk tidak membalas secara frontal kepada Agama yang dibawanya, karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Tingkatkanlah rasa toleransi kita supaya tidak ada lagi konflik antar agama demi kedamaian kita bersama. Janganlah kita mau diadu domba.

Pendidikan


Bulan Mei ini kita melewati hari pendidikan. Kita hidup dari hasil pendidikan orang tua dan lingkungan. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan, tanpa pendidikan tidak mungkin orang dapat berhasil dalam hidupnya. Mungkin banyak yang setuju dengan penulis karena banyak orang-orang yang putus sekolah atau bahkan tidak sekolah menjadi orang yang sangat sukses. Namun tetap saja orang-orang itu memperoleh pendidikan meskipun tidak dari sekolah. Mereka berusaha keras untuk belajar dan terus belajar.

Bagaimana dengan pendidikan komputer kita? Apakah cukup menunjang?

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama besar untuk memperoleh pendidikan di bidang komputer. Teknologi internet sudah membuka informasi ke semua orang tanpa kecuali. Segala macam informasi tentang komputer dan segala bantuan dapat dengan mudah didapatkan. Ada banyak ebook dan tutorial gratis. Jika masih kurang, ada banyak forum yang dapat kita manfaatkan untuk memperoleh bantuan.

Di IPB ada pendayagunaan open source software yang saat ini memiliki ebook JENI. Anda dapat mendownloadnya untuk memperoleh materi java yang cukup lengkap di http://poss.ipb.ac.id/ .

Kita juga dapat mendownload ebook-ebook dan tutorial berkualitas di http://ilmukomputer.org. Untuk belajar website seperti html dan php Anda bisa buka http://www.ilmuwebsite.com, http://belajarcss.com, dan di himalkom juga ada di http://himalkom.ipb.ac.id/download. Masih banyak lagi bahan-bahan yang bisa kita dapatkan di internet, bisa nanya mbah google, om yahoo, atau abang Bing. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk memebeli buku.

Jika semua orang punya kesempatan yang sama untuk pintar dalam dunia perkomputeran, mengapa tidak semua orang bisa mengerti dan faham betul-betul? Itu karena setiap orang berbeda-beda dalam mengambil kesempatan itu. Ada orang yang benar-benar semangat dalam mempelajari komputer, dia mencari kesana-kesini dan berlatih. Akhirnya dia bisa mengungguli teman-temannya dalam pengetahuannya itu.

Kita harus benar-benar berusaha, tidak harus disuapi, seperti halnya kuliah yang tidak bisa hanya dikelas, kita harus mempelajarinya sebelum dan sesudahnya.

Dengan kesempatan yang ada, kita bisa menjadi pandai di bidang komputer… oleh karena itu manfaatkanlah waktu kita untuk mempelajarinya, jangan maen dota melulu… mendingan buka ebook, baca, pelajari en jadi deh master!