Surat Cinta


Surat cintanya anak IPA

Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet
yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa
maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak
terbatas Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

>Ojek Setan


>Ini adalah sebuah cerita yang saya dapatkan dari teman saya, namanya
Taqin. Cerita ini di daerah tempat tinggal Taqin, yaitu di Cimanggu,
Kecamatan Cibungbulang, Bogor Barat.

Waktu itu malam Jumat tengah malam. Ada seorang ibu yang turun dari
angkot 05, dia baru pulang dari Kampung halamannya di Surabaya. Dia
hendak pulang ke rumahnya naik ojek.

Kebetulan malam itu para tulang ojek mengadakan acara di tempat lain
jadi tak ada satupun tukang ojek yang mangkal.

Si Ibu tadi cemas karena dia tidak menjumpai tukang ojek di pangkalan
ojek. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan dulu, dalam hati ia
berharap di jalan bertemu tukang ojek.

Si Ibu pun mulai berjalan…

Sekitar 100 meter dari pangkalan ojek sang ibu merasa lega karena ia
menjumpai tukang ojek yang sedang diam. Namun tingkah laku tulang ojek
itu aneh, dia tidak menawarkan jasa ojeknya. Dia hanya diam diatas
motornya tanpa menengok ke si ibu tadi. Si Ibu merasa takut, tapi ia
memberanikan diri mendekati ojek itu.

"Bang,antar saya ke gang Makmur ya!", kata si Ibu. Tukang ojek itu
hanya mengangguk. Akhirnya si Ibu dan tukang ojek itu berangkat.

Di sepanjang perjalanan, tukang ojek itu hanya diam mematung. Tak
biasanya tukang ojek seperti itu… Biasanya tukang ojek suka ngajak
bicara penumpangnya. Si Ibu makin takut, dia hanya berdoa dalam
hatinya.

Akhirnya mereka tiba di depan rumah si Ibu. Si Ibu turun lalu membuka
tasnya untuk mengambil uang.

Si Ibu tak punya uang kecil, dia hanya punya uang dalam pecahan Rp
100.000,- Akhirnya si ibu memberikan selembar uang itu.

Tukang ojek itu menerima uang itu, mengantonginya lalu langsung
menancap gas motornya tanpa mengucapkan apa-apa.

Sang ibu tidak terima karena dia tidak menerima kembalian. Spontan dia
teriak, "DASAR OJEK SETAAAN!!!"

Itulah cerita tentang ojek setan. 🙂

Arief Hidayatulloh
Leuwiliang-Bogor