Khutbah di Masjid Puspitek


Hari ini hari ke 5 PKL di BATAN Serpong. Kami, Rifky, Cipta, Tedi dan saya jumatan di Masjid Darul Ulum, mesjid langganan kami. Kami berangkat ke Mesjid tersebut dengan menumpang Bus BATAN. Khatibnya keren banget, dia membawakan nasihat dengan nada-nada yang tidak membosankan. Begini intinya:

Hidup di dunia ini seperti tamasya, betapapun indahnya tempat wisata itu, pastinya kita akan pulang bersama rombongan. Kita dibatasi oleh waktu, seorang direktur akan diputus oleh waktu, seorang manager juga akan diputus oleh waktu, kita sebagai khalifah akan diputus oleh waktu. Begitulah kita, suatu saat kita akan berpulang ke asal kita.

Ada sebuah perumpamaan hidup ini seperti ketika kita pergi ke Jakarta 1 bulan saja tanpa membawa SIM. Apa yang terjadi? ketika kita melihat sekumpulan polisi dari jauh, hati kita was-was, padahal belum tentu polisi itu akan merazia seluruh kendaraan. Lihatlah bekal SIM sangat penting untuk mengamankan kita dan menentramkan hati kita. Dari kisah ini, kita dapat mengambil hikmah, untuk bepergian di dunia yang tidak kekal saja kita butuh bekal, apalagi nanti kita akan pergi ke Akhirat. Kita harus punya bekal agar kita selamat dalam kehidupan kekal kelak.

Masih ada waktu untuk kita memperbaiki semua. Masih ada waktu bagi kita untuk meningkatkan ibadah kita, untuk memohon Ampun kepada Allah. Jauhilah maksiat, mohon ampun atas segala kezaliman yang telah kita lakukan. Semoga dengan memanfaatkan sisa-sisa waktu hidup kita, kita dapat kembali berpulang dengan KHUSNUL KHOTIMAH.

Itu inti khutbah yang cukup lama namun tidak membosankan. Setelah sadar dan menyesali segala perbuatan kami, kami berdzikir, sholat sunnah dan beristighfar. Dari masjid kami menuju puspitek dan ternyata kami “KETINGGALAN BUS”.. jalan kaki deh…

Iklan

Windows dan Linux


Netbookku punya dua sistem operasi, Windows 7 dan Ubuntu 10.10. Semula, aku menggunakan windows untuk segalah hal, dan ubuntu untuk ngenet (karena aku ngerasa lebih cepat ngenet di ubuntu daripada di windows). Aku menggunakan windows untuk mengetik, nonton, dan ngoding pake netbeans 6.8.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, windowsku semakin lama semakin lambat, akhirnya aku meremove AVG, dan windowsku cepat kembali. Kini, aku menggunakan ubuntu untuk ngoding karena kecepatan akses Netbeans 6.9nya dan kecepatannya saat start up.

Selama beberapa bulan aku hanya menggunakan Ubuntu untuk ngoding, sedangkan windows aku gunakan untuk membuka Ms. Office dan menyegarkan mata karena windows tampilannya indah. Tadinya aku coba menggunakan office di Ubuntu pake Wine, tapi error mulu, makanya aku gunakan office di windows.

Untuk saat ini, aku bisa mengakses file-file windows dari ubuntuku, jadi ketika aku butuh kodingan yang disimpen di windows, aku bisa dapatkan dengan mudah. Hal berbeda terjadi ketika ku buka windows, aku tak bisa akses file kodinganku di linux, akhirnya kalau aku buka windows aku tidak produktif lagi untuk ngoding. Katanya bisa aja dari windows akses file ubuntu, tapi males ah nyari softwarenya.

Saat kutulis artikel ini, aku sedang menggunakan windows, kenapa? karena mau ngerjain tugas. Di saat bersamaan aku juga lagi ngenet, sehingga ngenet lebih dominan daripada ngerjain tugas. Saat bersamaan aku harus ngoding beberapa projek, namun tidak bisa, karena semua kodinganku ada di ubuntu. Untuk membuka kodingan itu, aku malas karena harus disconnect dulu padahal sedang asik-asiknya ngenet. Duh life is choice.

Seorang Teman


Dia itu orang baik, dia pengertian, dia enak diajak bicara, dia juga selalu memandang hal dari berbagai sisi sehingga tidak mudah menjudge seseorang itu benar atau salah. Dia agak koleris dan agak mudah berubah mood, tapi menurutku tetap menarik. Menurutku mang dia koleris, memiliki kemampuan tuk memerintah, memiliki ketegasan dalam pendapatnya, bahkan sering kali sedikit ngotot sehingga aku harus menerima apa yang dia katakan. Meski mengalah, tak ada benciku padanya, yang ada adalah ketulusan tuk menjalankan kata-katanya. Aku semakin nurut padanya.

Aku tidak terlalu paham perasaan ini, yang aku tahu aku menyayanginya dan semakin menyayanginya. Apapun yang dia minta sebisa mungkin aku berikan. Meskipun aku begitu menyayanginya, tak ada niat ingin memiliki, yang ada hanya ingin berbagi, karena sayangku tulus untuknya. Baca pos ini lebih lanjut

inilah alasan kenapa keluarga ane mau demo panas2an membela Palestina


sebelum kita bahas alasannya,kita lihat dulu bagaimana peta israel-palestina dari masa ke masa

yang putih tanah israel, yang ijo tanah rakyat palestina

Yang tidak bisa dikatakan Papa


18 Desember 2009 jam 1:29
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Baca pos ini lebih lanjut

Surat dari Gaza


Untuk saudaraku di Indonesia

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia,,??? namun , jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa…? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini,,,,bukan demikian saudaraku??? disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah Saya sempat berkenalan dengan salah seorang “aktivis da’wah” dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku,”setiap tahun musim haji, ada sekitar 205 ribu jama’ah haji ber asal dari Indonesia datang ke Baitullah ini…!!!”. Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, “sauadaraku,,,,jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di gabung,,itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja”. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah… Wah….wah…pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya,,,Subhanallah.
Baca pos ini lebih lanjut

Jilbab


Maret 2008

“Kapan kau akan memakai jilbab Nak?”

“Nanti kalau aku sudah dewasa Bunda!”

“Hari ini dewasa milikmu, hari ini pula kau boleh berjilbab Nak.”

“Nanti Bunda, kalau aku benar-benar telah dewasa!”

“Apa ada beda dewasa dan benar-benar dewasa?”

“Tentu kukatakan ada, umpama sebuah mangga matang dan mangga yang benar-benar matang, mana yang akan bunda pilih?”

“Yang kedua Nak!”

Mei 2012 Baca pos ini lebih lanjut